RANCAH, 13 Februari 2026 – SMAN 1 Rancah menunjukkan langkah nyata dalam pelestarian lingkungan dan penguatan karakter siswa. Melalui program inovatif “Rindu Galendo” (Rindang dan Teduh, Galon Lele Dhumbo), sekolah ini resmi memperkuat langkahnya menuju predikat Sekolah Adiwiyata, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Gapura Pancawaluya Jawa Barat.
Acara yang digelar pada Jumat pagi ini bukan sekadar seremoni, melainkan aksi nyata yang melibatkan seluruh warga sekolah—dari kelas X, XI, hingga XII—untuk menciptakan ekosistem sekolah yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Lingkungan
Kemeriahan acara diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh seluruh siswa serta Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Keceriaan ini menjadi pemantik energi sebelum memasuki agenda utama, yakni penanaman secara simbolis dan penebaran benih lele.
Kegiatan ini dihadiri dan didukung penuh oleh jajaran pejabat penting, di antaranya:
- Ibu Dwi Yanti Estriningrum, S.SOS., M.Pd. (Kepala KCD Wilayah XIII)
- Ibu Sulastri Herdiani, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMAN 1 Rancah)
- Perwakilan DPRD Kab. Ciamis
- Unsur Muspika Kecamatan Rancah (Camat, Koramil, dan Polsek)
- Perwakilan Puskesmas Rancah

Implementasi Gapura Pancawaluya
Program ini dirancang sebagai manifestasi dari Gapura Pancawaluya, khususnya dalam dimensi Cageru, Bener dan Singer. Dengan menanam 1.200 bibit pohon, sekolah berupaya menciptakan paru-paru hijau di lingkungan pendidikan. Sementara itu, budidaya ikan lele dalam media galon menjadi sarana edukasi kewirausahaan dan ketahanan pangan yang cerdas lahan.
Tanggapan dan Harapan Tokoh
Ibu Dwi Yanti Estriningrum, S.SOS., M.Pd. selaku Kepala KCD Wilayah XIII, memberikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif ini.
“SMAN 1 Rancah berhasil menerjemahkan visi Jabar Juara melalui Gapura Pancawaluya. Program Rindu Galendo ini membuktikan bahwa sekolah mampu menjadi pusat peradaban yang peduli lingkungan (Adiwiyata). Saya berharap semangat menanam hari ini menjadi budaya yang melekat pada jiwa setiap siswa di Jawa Barat.”
Ibu Sulastri Herdiani, S.Pd., M.Pd., Kepala SMAN 1 Rancah, menegaskan komitmen sekolah menuju Sekolah Adiwiyata.
“Target kami adalah menciptakan sekolah yang asri dan mandiri. Penanaman 1.200 pohon ini adalah investasi oksigen, sementara lele di galon adalah edukasi kemandirian ekonomi. Ini adalah perjalanan kami menuju Sekolah Adiwiyata yang sesungguhnya—di mana nilai lingkungan terintegrasi dalam setiap sendi pembelajaran.”
Melalui program Rindu Galendo, SMAN 1 Rancah tidak hanya mengejar pengakuan administratif sebagai Sekolah Adiwiyata, tetapi benar-benar menanamkan filosofi hidup selaras dengan alam. Sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam acara ini menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan adalah tanggung jawab kolektif untuk masa depan yang lebih baik.