Senin, 02 Februari 2026
Guru Pembina SPAB bersama BPBD Kabupaten Ciamis menilai simulasi mitigasi bencana yang dilaksanakan SMA Negeri 1 Rancah efektif dalam meningkatkan pemahaman warga sekolah terkait jalur evakuasi, titik kumpul, serta teknik penyelamatan diri sesuai prinsip pengurangan risiko bencana. Meskipun secara umum telah memenuhi pilar Sekolah Siaga Bencana (SPAB), pelaksanaan simulasi masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam aspek kedisiplinan, kecepatan evakuasi, dan koordinasi tim siaga sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Rancah, Ibu Sulastri Herdiani, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa program simulasi mitigasi bencana merupakan bagian penting dalam pemenuhan kriteria SPAB sekaligus upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
“Program simulasi mitigasi bencana alam menjadi bagian penting dalam pemenuhan kriteria SPAB serta meningkatkan kesadaran warga sekolah dalam menghadapi bencana,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Ciamis, Bapak Yusmara Fitra, S.ST.(TD), M.M. Ia menyampaikan bahwa kegiatan simulasi mitigasi bencana bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan warga sekolah sebagai kelompok rentan saat terjadi bencana.
Berdasarkan hasil evaluasi, simulasi menunjukkan waktu evakuasi rata-rata sekitar lima menit dengan tingkat kepatuhan terhadap prosedur mencapai 85 persen. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti kepanikan sebagian siswa, keterbatasan rambu evakuasi, serta perlunya pelaksanaan simulasi secara berkala dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai mampu memperkuat kesiapsiagaan sekolah, meningkatkan keterampilan penyelamatan diri siswa, serta mendukung penguatan program SPAB di Kabupaten Ciamis. Simulasi bencana ini menjadi langkah nyata SMA Negeri 1 Rancah dalam mewujudkan sekolah yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana melalui penguatan program SPAB.